Kanker Serviks – 4

PENGOBATAN KANKER SERVIKS

Pengobatan Lesi Pra-kanker

Pengobatan Lesi (luka) pra-kanker, sebuah kondisi yang juga dikenal sebagai “dysplasia” atau CIN (cervical intraepithelial noeplasia), bisa dilakukan dalam bentuk diatermi, terapi krio, dan laser. Pengobatan ini sangat sederhana dan relatif murah, bisa dikerjakan di poliklinik tanpa pembiusan. Tingkat keberhasilan pengobatan ini mendekati 100%!

Oleh karena itu, sangat disarankan kepada semua wanita dewasa yang sudah pernah berhubungan seksual, untuk secara memeriksakan diri dengan tes-tes yang sudah diuraikan di atas, walaupun saat ini merasa sehat-sehat saja dan tidak mempunyai gejala-gejala kanker serviks yang sudah dijelaskan sebelumnya. Gejala-gejala tersebut biasanya muncul ketika kanker sudah memasuki stadium yang sudah parah.

Pengobatan Kanker

Pencegahan Kanker Serviks Tidak seperti pengobatan lesi pra-kanker, pengobatan kanker membutuhkan biaya yang lebih mahal dan proses yang lebih rumit. Keberhasilan pengobatan tergantung pada stadium kanker yang diderita.

Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan adalah pembedahan, terapi radiasi (radioterapi), kemoterapi, atau kombinasi metode-metode di atas. Dokter anda dapat menjelaskan pilihan-pilihan cara pengobatan di atas, hasil yang diharapkan dari masing-masing cara pengobatan, dan efek samping yang mungkin timbul. Anda dan dokter anda dapat bekerja sama untuk membuat rencana pengobatan yang memenuhi kebutuhan medis dan pribadi anda.

Dokter anda mungkin akan mengarahkan anda ke dokter spesialis, atau anda dapat meminta rujukan. Anda mungkin ingin menemui ahli onkologi ginekologi, seorang ahli bedah yang mengkhususkan diri dalam mengobati kanker perempuan. Spesialis lain yang mengobati kanker serviks termasuk ginekolog, ahli onkologi medis, dan onkologi radiasi. Tim perawatan kesehatan anda juga bisa mencakup perawat onkologi dan ahli diet terdaftar.

Sebelum perawatan dimulai, tanyakan kepada tim kesehatan anda tentang kemungkinan efek samping dan apakah pengobatan itu dapat mempengaruhi aktivitas normal anda. Pengobatan kanker sering merusak sel-sel sehat dan jaringan. Itu adalah efek samping yang umum. Efek samping mungkin tidak sama untuk setiap orang, dan dapat berubah dari satu sesi pengobatan ke sesi pengobatan yang berikutnya.

Pada setiap tahap penyakit, perawatan dukungan tersedia untuk meringankan efek samping dari pengobatan, untuk mengendalikan gejala nyeri dan lainnya, dan untuk membantu anda mengatasi perasaan-perasaan khawatir yang diakibatkan oleh diagnosis kanker tersebut.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan-pertanyaan yang bisa Anda tanyakan kepada dokter sebelum pengobatan dimulai:

Daftar Pertanyaan ke Doker Sebelum Pengobatan Kanker

  • Apa Stadium penyakit saya? Apakah kanker telah menyebar? Jika ya, dimana?
  • Bolehkah saya minta salinan laporan dari ahli patologi?
  • Apa saja pilihan pengobatan saya? Mana yang anda rekomendasikan untuk saya? Apakah saya akan menjalani lebih dari satu jenis pengobatan?
  • Apa saja manfaat yang diharapkan dari masing-masing jenis pengobatan?
  • Apa risiko dan efek samping yang mungkin timbul dari setiap pengobatan? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan efek samping?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk mempersiapkan diri untuk menjalani pengobatan?
  • Apakah saya harus tinggal di rumah sakit? Jika demikian, untuk berapa lama?
  • Kira-kira berapa biaya pengobatannya? Apakah asuransi saya bisa mengganti biaya itu?
  • Bagaimana pengobatan mempengaruhi aktivitas normal saya?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk menjaga diri selama pengobatan?
  • Apa ada kesempatan saya sembuh total?
  • Seberapa sering saya harus check up setelah pengobatan?
  • Apakah percobaan klinis (studi penelitian) tepat untuk saya?

Operasi/Pembedahan

Pembedahan merupakan pilihan untuk wanita dengan kanker leher rahim Stadium 1 atau 2. Dokter bedah mengangkat jaringan yang mungkin mengandung sel-sel kanker:

  • Trakelektomi radikal (radical trachelectomy): Dokter bedah mengambil leher rahim, bagian dari vagina, dan kelenjar getah bening di panggul. Pilihan ini dilakukan untuk wanita dengan tumor kecil yang ingin mencoba untuk hamil di kemudian hari.

trakelektomi radikal

  • Histerektomi Total: Dokter bedah mengangkat leher rahim dan rahim.
  • Histerektomi Radikal: Dokter bedah mengangkat leher rahim, beberapa jaringan di sekitar leher rahim, rahim, dan bagian dari vagina.

histerektomi total dan radikal

Dengan histerektomi total maupun radikal, ahli bedah dapat mengangkat jaringan lainnya:

  • Saluran telur dan ovarium: Dokter bedah dapat mengangkat kedua saluran tuba dan ovarium. Pembedahan ini disebut salpingo-ooforektomi.
  • Kelenjar getah bening: Ahli bedah dapat mengambil kelenjar getah bening dekat tumor untuk melihat apakah mereka mengandung kanker. Jika sel kanker telah mencapai kelenjar getah bening, itu berarti penyakit ini mungkin telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Waktu yang diperlukan untuk sembuh setelah operasi berbeda untuk setiap wanita. Anda mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan selama beberapa hari pertama. Obat dapat membantu mengontrol rasa sakit anda. Sebelum operasi, anda sebaiknya membicarakan rencana untuk menghilangkan rasa sakit dengan dokter atau perawat anda. Setelah operasi, dokter anda dapat menyesuaikan rencana jika anda membutuhkan pengendali rasa sakit yang lebih banyak.

Setelah menjalani trakelektomi radikal, beberapa wanita memiliki masalah kandung kemih selama beberapa hari. Tinggal rumah sakit biasanya sekitar 2 sampai 5 hari.

Setelah menjalani histerektomi, lama tinggal pasien di rumah sakit berkisar dari beberapa hari sampai seminggu. Merasa lelah atau lemah untuk sementara waktu adalah hal yang biasa. Anda mungkin memiliki masalah dengan mual dan muntah, dan anda mungkin memiliki masalah kandung kemih dan usus. Dokter mungkin memperbolehkan anda makan makanan cairan pada awalnya, lalu kembali secara bertahap ke makanan padat. Kebanyakan wanita kembali ke kegiatan normal mereka dalam waktu 4 sampai 8 minggu setelah operasi.

Setelah histerektomi, wanita tidak lagi memiliki periode menstruasi. Mereka tidak bisa hamil.

Ketika indung telur diangkat, menopause terjadi sekaligus. Sensasi panas yang mendadak (hot flashes) dan gejala lain dari menopause yang disebabkan oleh operasi mungkin lebih parah daripada yang disebabkan oleh menopause alami. Anda bisa membicarakan hal ini dengan dokter anda sebelum operasi. Beberapa obat telah terbukti membantu mengatasi gejala-gejala ini, dan mungkin akan lebih efektif jika dimulai diberikan sebelum operasi.

Untuk beberapa wanita, histerektomi bisa mempengaruhi keintiman seksual. Anda mungkin memiliki perasaan kehilangan yang membuat keintiman menjadi sulit. Berbagi perasaan dengan pasangan anda dapat membantu. Kadang-kadang pasangan berbicara dengan seorang konselor untuk membantu mereka mengungkapkan keprihatinan mereka.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada dokter anda sebelum anda menjalani operasi:

  • Apakah anda merekomendasikan saya dioperasi? Jika demikian, jenis operasi apa? Apakah ovarium saya diangkat? Apakah kelenjar getah bening saya diangkat?
  • Apa tujuan dari operasi?
  • Apa resiko operasi ini bagi saya?
  • Apa yang akan saya rasakan setelah operasi? Jika saya mengalami sakit, bagaimana itu rasa sakit itu dikendalikan?
  • Berapa lama saya harus dirawat di rumah sakit?
  • Apakah saya akan memiliki efek samping yang langgeng? Jika saya tidak menjalani histerektomi, apakah saya bisa hamil dan punya anak kelak? Jika aku hamil nanti, apakah ada peluang yang lebih besar bahwa saya bisa keguguran?
  • Kapan saya akan dapat melanjutkan aktivitas normal?
  • Bagaimana operasi mempengaruhi kehidupan seks saya?

Terapi Radiasi (Radioterapi)

Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) adalah salah satu pilihan bagi wanita yang menderita kanker leher rahim dengan stadium berapa pun. Wanita dengan kanker leher rahim tahap awal dapat memilih terapi radiasi sebagai pengganti operasi. Hal ini juga dapat digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker apapun yang masih menetap di daerah tersebut. Wanita dengan kanker yang menyerang bagian-bagian selain leher rahim mungkin perlu diterapi radiasi dan kemoterapi.

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini hanya mempengaruhi sel-sel di daerah yang diobati.

Dokter menggunakan dua jenis terapi radiasi untuk mengobati kanker leher rahim/serviks. Beberapa wanita menerima kedua jenis terapi ini:

  • Terapi radiasi eksternal: Sebuah mesin besar akan mengarahkan radiasi pada panggul atau jaringan lain di mana kanker telah menyebar. Pengobatan biasanya diberikan di rumah sakit atau klinik. Anda mungkin menerima radiasi eksternal 5 hari seminggu selama beberapa minggu. Setiap pengobatan hanya memakan waktu beberapa menit.

terapi radiasi kanker serviks

  • Terapi radiasi internal: Sebuah tabung tipis ditempatkan di dalam vagina. Suatu zat radioaktif dimasukkan ke dalam tabung tersebut. Anda mungkin harus tinggal di rumah sakit sementara sumber radioaktif masih berada di tempatnya (sampai 3 hari). Atau bisa juga sesi pengobatan berlangsung beberapa menit, dan anda bisa pulang setelahnya. Setelah zat radioaktif diangkat, radioaktivitas tidak ada yang tersisa dalam tubuh anda. radiasi internal ini dapat diulang dua kali atau lebih selama beberapa minggu.

Efek samping tergantung terutama pada seberapa banyak radiasi diberikan dan tubuh bagian mana yang diterapi. Radiasi pada perut dan panggul dapat menyebabkan mual, muntah, diare, atau masalah kencing. Anda mungkin kehilangan rambut di daerah genital anda. Selain itu, kulit anda di daerah yang dirawat dapat menjadi merah, kering, dan tender.

Anda mungkin mengalami kekeringan, gatal, atau panas di vagina. Dokter mungkin menyarankan anda untuk menunda hubungan seks sampai beberapa minggu setelah pengobatan radiasi berakhir.

Kemungkinan besar anda menjadi lelah selama terapi radiasi ini, terutama di minggu-minggu terakhir terapi. Istirahat itu penting, tetapi dokter biasanya menyarankan pasien menjalankan kegiatan-kegiatan yang seaktif mungkin.

Efek-efek samping terapi radiasi walaupun sangat sangat mengganggu, biasanya dapat diobati atau dikendalikan. Bicarakanlah dengan dokter atau perawat tentang cara-cara untuk meringankan ketidaknyamanan yang terjadi.

Perlu diketahui bahwa kebanyakan efek-efek samping akan hilang setelah terapi berakhir. Namun, anda bisa mendiskusikan dengan dokter anda tentang efek samping terapi radiasi paling lama yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, radiasi dapat membuat vagina menyempit. Vagina yang menyempit dapat membuat hubungan seks atau pemeriksaan lanjutan menjadi sulit. Ada cara-cara untuk mencegah masalah ini. Jika hal itu terjadi, tim perawatan kesehatan anda dapat memberitahu anda tentang cara-cara untuk memperlebar vagina kembali.

Efek jangka panjang yang lain adalah bahwa radiasi yang ditujukan pada daerah panggul dapat membahayakan indung telur. Masa haid biasanya berhenti, dan wanita mungkin merasakan sensasi panas yang mendadak (hot flashes) dan kekeringan vagina. Haid kemungkinan besar terjadi lagi bagi perempuan muda. Wanita yang ingin hamil setelah terapi radiasi harus menanyakan kepada tim kesehatan mereka tentang cara-cara untuk mempertahanlan indung telur mereka sebelum terapi dimulai.

Daftar Pertanyaan ke Dokter Sebelum Terapi Radiasi

  • Apakah tujuan dari pengobatan ini?
  • Bagaimana radiasi diberikan?
  • Apakah saya perlu dirawat di rumah sakit? Jika demikian, untuk berapa lama?
  • Kapan terapi dimulai? Seberapa sering akan saya manjalaninya? Kapan terapi akan berakhir?
  • Apa yang akan saya rasakan selama terapi? Apakah ada efek samping?
  • Bagaimana kita tahu bahwa terapi radiasi bekerja?
  • Apakah saya dapat melakukan aktivitas normal saya selama pengobatan?
  • Apakah terapi radiasi mempengaruhi kehidupan seks saya?
  • Apakah ada efek samping yang langgeng?
  • Apakah saya bisa hamil dan memiliki anak setelah pengobatan ini berakhir?

Kemoterapi

Untuk mengobati kanker serviks, kemoterapi biasanya dikombinasikan dengan terapi radiasi. Untuk kanker yang telah menyebar ke organ-organ yang jauh, kemoterapi saja dapat digunakan.

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat-obat untuk kanker serviks biasanya diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Anda bisa menjalani kemoterapi di klinik, di kantor dokter, atau di rumah. Beberapa wanita harus tinggal di rumah sakit selama pengobatan.

Efek samping yang terjadi terutama tergantung pada jenis obat-obatan yang diberikan dan seberapa banyak. Kemoterapi membunuh sel-sel kanker yang tumbuh cepat, tetapi juga dapat membahayakan sel-sel normal yang membelah dengan cepat, yaitu:

  • Sel darah: Bila kemoterapi menurunkan kadar sel darah yang sehat, anda akan lebih mudah terkena infeksi, mudah memar atau berdarah, dan merasa sangat lemah dan lelah. Tim perawatan kesehatan anda akan memeriksa jumlah sel darah anda. Jika jumlahnya rendah, tim perawatan kesehatan anda akan menghentikan kemoterapi untuk sementara waktu atau mengurangi dosis obat. Ada juga obat yang dapat membantu tubuh anda membuat sel-sel darah baru.
  • Sel-sel pada akar rambut: Kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok. Rambut anda yang hilang akan tumbuh lagi, tetapi kemungkinan mengalami perubahan warna dan tekstur.
  • Sel yang melapisi saluran pencernaan: Kemoterapi menurunkan nafsu makan, mual-mual dan muntah, diare, atau infeksi pada mulut dan bibir. Tim perawatan kesehatan anda dapat memberi obat dan menyarankan cara-cara lain untuk menangani masalah ini.

Efek samping lainnya termasuk ruam kulit, kesemutan atau mati rasa di tangan anda dan kaki, masalah pendengaran, kehilangan keseimbangan, nyeri sendi, atau kaki bengkak. Tim perawatan kesehatan anda dapat menyarankan cara untuk mengendalikan masalah-masalah ini. Kebanyakan masalah-masalah ini hilang saat terapi berakhir.

Daftar Pertanyaan ke Dokter Sebelum Menjalani Kemoterapi

  • Mengapa saya perlu pengobatan ini?
  • Obat-obatan yang mana yang akan saya pakai?
  • Bagaimana cara kerja obat?
  • Apa manfaat yang diharapkan dari pengobatan ini?
  • Apa risiko dan kemungkinan efek samping dari pengobatan ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko dan efek samping itu?
  • Kapan pengobatan dimulai? Kapan berakhir?
  • Apa pengaruh pengobatan ini pada aktivitas sehari-hari saya?

Opini Kedua

Sebelum memulai pengobatan, anda bisa meminta opini kedua tentang diagnosis dan rencana pengobatan. Beberapa orang khawatir bahwa dokter akan tersinggung jika mereka meminta opini kedua. Biasanya tidak demikian. Kebanyakan dokter menyambut baik opini kedua. Dan banyak perusahaan asuransi kesehatan bersedia membayar biaya untuk opini kedua jika anda atau dokter anda memintanya.

Jika anda mendapatkan opini kedua, dokter kedua mungkin setuju dengan diagnosis dan rencana pengobatan dokter pertama anda. Atau dokter kedua mungkin menyarankan pendekatan lain. Dalam kedua hal, anda memiliki informasi lebih banyak dan mungkin juga pengendalian diri yang lebh besar. Anda merasa lebih mantap pada keputusan yang anda buat, karena telah mengetahui pilihan-pilihan yang ada.

Mengumpulkan catatan medis anda dan menemui dokter lain tentu akan memakan waktu dan tenaga. Dalam banyak kasus, menghabiskan waktu beberapa minggu untuk mendapatkan opini kedua bukanlah sebuah masalah. Penundaan dalam memulai pengobatan biasanya tidak membuat pengobatan kurang efektif. Untuk memastikannya, anda harus mendiskusikan efek penundaan ini dengan dokter anda.

Ada banyak cara untuk menemukan dokter yang memberikan opini kedua. Anda dapat menanyakannya ke dokter anda, ke lembaga-lembaga atau yayasan kesehatan di daerah atau pusat, ke rumah sakit-rumah sakit terdekat, atau ke sekolah-sekolah kedokteran untuk mendapatkan nama-nama dokter spesialis.

Nutrisi dan Aktivitas Fisik

Sangat penting bagi anda untuk mengurus diri sendiri dengan makan makanan yang bergizi dan bekerja seaktif mungkin. Anda memerlukan jumlah yang kalori yang tepat untuk menjaga berat badan. Anda juga memerlukan cukup protein untuk menjaga kekuatan anda. Makan juga dapat membantu anda merasa lebih baik dan memiliki lebih banyak energi.

Namun, anda mungkin tidak merasa ingin makan selama atau segera setelah pengobatan. Anda mungkin merasa lelah atau tidak nyaman. Anda mungkin merasa bahwa makanan tidak terasa enak seperti biasanya. Di samping itu, efek samping pengobatan (seperti kurang nafsu makan, mual, muntah, atau luka mulut) dapat membuat anda kesulitan makan dengan baik. Dokter anda, seorang ahli diet, atau penyedia layanan kesehatan lainnya dapat membantu mengatasi masalah ini.

Penelitian menunjukkan bahwa penderita kanker merasa lebih baik ketika mereka tetap aktif. Berjalan, yoga, berenang, dan kegiatan lain dapat membuat anda kuat dan meningkatkan energi anda. Olah raga dapat mengurangi mual dan rasa sakit serta membuat pengobatan lebih mudah dijalani. Hal ini juga dapat membantu meringankan stres. Apapun aktivitas fisik yang anda pilih, pastikan untuk membicarakannya dengan dokter anda sebelum anda mulai. Juga, jika aktivitas anda menyebabkan anda sakit atau mengalami masalah lainnya, pastikan untuk memberitahu dokter atau perawat anda tentang hal itu.

Pencegahan Kanker Serviks

This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.