Kanker Serviks – 2

Ciri-ciriĀ  dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks stadium dini biasanya tanpa gejala-gejala. Itulah mengapa screening atau deteksi dini itu sangat penting. Gejala-gejala kanker ini adalah:

  • ada bercak atau pendarahan setelah hubungan seksual,
  • ada bercak atau pendarahan di luar masa haid,
  • ada bercak atau pendarahan pada masa menopause,
  • mengalami masa haid yang lebih berat dan lebih panjang dari biasanya, atau
  • keluarnya bau menyengat yang tidak bisa dihilangkan walaupun sudah diobati.

Pencegahan Kanker Serviks Jika anda mempunyai gejala-gejala ini, anda sebaiknya pergi ke lab medis, karena semakin awal kanker dideteksi, semakin besar peluangnya disembuhkan.

Infeksi atau masalah kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan gejala ini. Hanya dokter yang bisa mengatakan dengan pasti. Seorang wanita dengan gejala-gejala tersebut harus memberitahu dokter supaya masalah dapat didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

Tindakan Pencegahan Kanker Serviks

Karena pada umumnya kanker serviks berkembang dari sebuah kondisi pra-kanker, maka tindakan pencegahan terpenting yang bisa dilakukan adalah menghindari faktor-faktor risiko yang sudah diuraikan di atas. Misalnya:

  • tidak berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan, penggunaan kondom (untuk mencegah penularan infkesi HPV),
  • tidak merokok, selalu menjaga kebersihan, menjalani pola hidup sehat, melindungi tubuh dari paparan bahan kimia (untuk mencegah faktor-faktor lain yang memperkuat munculnya penyakit kanker ini).

Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi, yang merupakan cara terbaik dan langkah perlindungan paling aman bagi wanita dari infeksi HPV tipe 16 dan 18.

Vaksinasi HPV:

  • Dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang diketahui menyebabkan hampir 70% kanker leher rahim.
  • Dua jenis vaksin: Bivalen (HPV 16,18) dan Quadrivalen (HPV 6, 11, 16, 18)
  • Terbukti efektif mencegah lesi prakanker
  • Manfaat tambahan vaksin Quadrivalen: mencegah kondiloma dan papiloma yang disebabkan oleh HPV 6 dan 11.
  • Vaksin itu perlu diberikan kepada orang-orang muda sebelum mereka memulai hubungan seksual. Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks pada hari ini adalah melalui screening pra kanker pada wanita, yang masih dapat diobati sebelum ia menjadi kanker.

Langkah berikutnya yang penting untuk dilakukan, adalah memeriksakan diri secara teratur minimal satu tahun sekali, untuk dilakukan tes skrining terhadap kanker serviks, misalnya dengan tes Pap Smear. Topik ini akan dibahas di bagian berikutnya.

DETEKSI DAN DIAGNOSIS KANKER SERVIKS

Deteksi Dini

Menurut WHO, wanita berusia antara 25 dan 65 tahun hendaknya menjalani screening test untuk mendeteksi adanya perubahan-perubahan awal. Wanita di bawah usia 25 tahun hampir tidak pernah terserang kanker serviks dan tidak perlu di-screening. Wanita yang tidak pernah berhubungan badan juga tidak perlu di-screening.

Tes Pap Smear

tes pap smear untuk deteksi dini kanker serviks Wanita bisa mengurangi risiko terserangnya kanker serviks dengan melakukan Pap Smear secara teratur. Tes Pap (kadang-kadang disebut Pap smear atau smear serviks) adalah suatu tes sederhana yang digunakan untuk mengamati sel-sel leher rahim. Tes Pap dapat menemukan adanya kanker leher rahim atau sel abnormal (pra-kanker) yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Menemukan dan mengobati sel abnormal kebanyakan dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Juga, tes Pap dapat membantu menemukan kanker lebih dini, ketika pengobatan masih bisa dilakukan dengan cukup efektif.

Agar Tes Pap Smear Akurat:

  • Jangan menjadwalkan tes di waktu haid
  • Jangan melakukan hubungan seksual selama 48 jam sebelum tes.
  • Jangan melakukan ‘douche’ (menyemprotkan air ke dalam vagina untuk keperluan pembersihan) 48 jam sebelum tes.
  • Jangan menggunakan pembalut, busa pengendalian kelahiran, jeli, obat-obatan vagina atau krim vagina lainnya selama 48 jam sebelum tes.

Bagi kebanyakan wanita, tes Pap tidak menyakitkan. Tes ini bisa dilakukan di tempat praktek dokter atau klinik selama pemeriksaan panggul. Dokter atau perawat mengambil sampel sel dari leher rahim. Laboratorium kemudian memeriksa sel-sel di bawah mikroskop untuk melihat apakah ada perubahan sel. Yang paling sering terjadi adalah, sel-sel abnormal yang ditemukan oleh tes Pap bukanlah sel kanker. Sampel sel-sel yang sama dapat dipakai untuk pengujian infeksi HPV.

Tes IVA
IVA adalah singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat, merupakan metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.

Jika hasil tes Pap atau IVA anda tidak normal, dokter anda akan menganjurkan tes lain untuk membuat diagnosis. Yaitu,

  • Kolposkopi: Dokter menggunakan kolposkop untuk melihat leher rahim. Kolposkop menggunakan cahaya terang dan lensa pembesar untuk membuat jaringan lebih mudah dilihat. Alat ini tidak dimasukkan ke dalam vagina. Kolposkopi biasanya dilakukan di tempat praktek dokter atau klinik.

kolposkopi untuk deteksi kanker serviks

  • Biopsi: Dengan bius lokal, jaringan yang dimiliki wanita diambil di tempat praktek dokter. Lalu seorang ahli patologi memeriksa jaringan di bawah mikroskop untuk memeriksa adanya sel-sel abnormal.
  • Punch Biopsi: Dokter menggunakan alat yang tajam untuk menjumput sampel kecil jaringan serviks.

biopsi untuk deteksi kanker serviks

  • LEEP: Dokter menggunakan loop kawat listrik untuk mengiris sepotong, bulat tipis dari jaringan serviks.

leep

  • Endoservikal kuret: Dokter menggunakan kuret (alat, kecil berbentuk sendok) untuk mengikis contoh kecil jaringan dari leher rahim. Beberapa dokter mungkin menggunakan kuas tipis lembut, bukan kuret.
  • Conization: Dokter mengambil sebuah sampel jaringan berbentuk kerucut. Sebuah conization, atau biopsi kerucut, memungkinkan ahli patologi melihat apakah ada sel-sel abnormal dalam jaringan di bawah permukaan leher rahim. Para dokter mungkin melakukan tes ini di rumah sakit dengan anestesi / bius total.

conization

Pengambilan sampel jaringan dari leher rahim dapat menyebabkan perdarahan. Daerah ini biasanya sembuh dengan cepat. Beberapa wanita juga merasakan rasa sakit yang mirip dengan kram menstruasi. Dokter dapat meresepkan obat yang akan membantu mengurangi rasa sakit anda.

Berikut ini daftar pertanyaan yang bisa anda tanyakan ke dokter anda sebelum anda menjalani biopsi:

  • Biopsi metode apa yang anda rekomendasikan?
  • Bagaimana jaringan diambil? Apakah saya harus pergi ke rumah sakit?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Apakah saya akan terjaga? Apakah sakit?
  • Apakah ada resiko? Apa kemungkinan ada infeksi atau pendarahan sesudah tes?
  • Untuk berapa hari sesudahnya harus saya menghindari penggunaan pembalut, atau melakukan hubungan seks?
  • Dapatkah melakukan tes ini mempengaruhi kemampuan saya untuk hamil dan punya anak?
  • Berapa cepat saya akan tahu hasilnya? Siapa yang akan menjelaskan hasil itu kepada saya?
  • Jika saya punya kanker, siapa yang akan berbicara kepada saya tentang langkah-langkah berikutnya? Kapan?

Bersambung ke Kanker Serviks bagian 3

Pencegahan Kanker Serviks

This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.